BERITA
SI-UTY Wacanakan Jogja Silicon Valley [08-03-2010 01:43]
| 
| Sudah tidak diragukan lagi bila Jogja sebagai kota pencetak intelektual di Indonesia, termasuk di bidang ICT ( Information and Communication Technology ). Namun sayang banyak programmer pemula dari Jogja, yang harus melihat referensi implementasi ICT di luar Jogja karena kondisi pengembangan dan penggunaan ICT di daerah tersebut dirasa lebih canggih.
Akhir Februari 2010 lalu mahasiswa Sistem Informasi Universitas Teknologi Yogyakarta ( SI-UTY ) didampingi Agus Sujarwadi, S.Kom. selaku Kaprodi Sistem Informasi UTY, melakukan kuliah lapangan ke Jembrana dan BaliCamp. Dipilihnya Jembrana karena saat ini kota tersebut menjadi acuan kota-kota lain di Indonesia untuk penggunaan ICT nya. Tim Pengembangan ICT dan Humas Kabupaten Jembrana dlam kesempatan itu menjelaskan banyak hal mulai dari penggunaan KTP yang sekaligus sebagai kartu asuransi, kartu cek kesehatan dan kartu hak suara. Mereka juga menyampaikan bahwa Jembrana memiliki program J-Net ( Jembrana Net ) yang mengembangkan penggunaan jaringan informasi Kabupaten dimana setiap Keluran/Desa, Kecamatan, Puskesmas, dan Sekolah-sekolah dihubungkan dengan Kabupaten agar dapat melakukan teleconference. Bahkan untuk pemilihan di wilayah Jembrana dari Kelian Banjar / Kepala Dukuh, Kades sampai pemilihan Bupati direncanakan menggunakan E-Voting dengan menggunakan KTP sebagai tanda hak suara dan dengan sistem layar sentuh. Selain itu para mahasiswa juga berdiskusi mengenai beberapa program lain yang terkait kesehatan, pendidikan dan peningkatan daya beli masyarakat.
Sebelum ke Jembrana para mahasiswa SI UTY mengunjungi BaliCamp, yang pada tahun 2000-an dikatakan sebagai silicon Valley nya Indonesia. Walaupun perkembangan BaliCamp belum sebesar Silicon Valley di Amerika Serikat, tetapi rutinitas dan banyaknya pengembangan software yang dilakukan dapat diacungi jempol.
Hasil kuliah lapangan tersebut kemudian didiskusikan di kampus UTY dengan tema “Apa yang perlu dibuat oleh Jogja?”, Dari diskusi tersebut muncul pertanyaan menarik yaitu ‘Apakah ikon Kota Pelajar saja sudah cukup?’. Padahal apa yang dilakukan kota-kota lain adalah penerapan dari yang sudah dipelajari di Perguruan Tinggi-Perguruan Tinggi termasuk dari Jogja. Oleh karenanya dalam diskusi tersebut mereka mewacanakan untuk menjadikan Jogja sebagai kota tujuan / referensi dalam bidang software. Sehingga perlu dibangun Pusat Software Jogja ( Jogja Silicon Valley ) yang nantinya dapat digunakan sebagai pusat pengembangan dan penggunaan software di DIY.
|
Arsip Berita
|
 |
Info Kegiatan |
|
|
|
|
|
|
 |
Info Keluarga |
|
|